indonesian | english
a | a
webershandwick asia pacific



 












Pendidikan Public Relations di Indonesia : Terus Bergerak dan Semakin Menjanjikan by Billy Chailani
 
   
 
15,12,2015    

Public Relations merupakan industri yang berkembang dengan cepat di Indonesia. Kini semakin banyak perusahaan di Indonesia yang menggunakan jasa Public Relations untuk memperkuat reputasi mereka, terutama melihat tren digital yang semakin menguat. Permintaan akan sumber daya manusia di industri Public Relations pun semakin bertambah. Hal ini berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah universitas lokal yang menawarkan program studi Public Relations.

Pertumbuhan tinggi ini menuntut peningkatan kualitas pendidikan yang lebih lengkap serta terintegrasi di Indonesia. Dengan begitu industri pendidikan diharapkan dapat menyelaraskan visi mereka dengan standar yang ada di dunia kerja. Saat ini, kebanyakan Universitas di Indonesia  telah mewajibkan mahasiswa/i mereka untuk mengikuti program kerja magang di perusahaan dengan bidang yang sesuai dengan pendidikan yang dijalani. Para mahasiswa/i jurusan Public Relations kini dapat merasakan pengalaman langsung bekerja di industri Public Relations dimana pada umumnya periode kerja magang berlangsung selama tiga bulan. Masa-masa inilah yang dapat memberikan akses bagi mereka untuk merasakan perkembangan industri Public Relations yang sangat cepat dengan permintaan akan jasa ini yang tinggi.

Namun, tidak semua pengalaman kerja magang memberikan kesan yang sama bagi para mahasiswa/i. Kami telah melakukan wawancara kepada lebih dari 100 mahasiswa/i yang berasal dari sejumlah sekolah komunikasi di Jakarta dan menemukan sejumlah informasi menarik. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut dibawah ini hasil dari wawancara.

Hanya 20.8% mahasiswa/i yang memilih untuk menjalani kerja magang selama lebih dari tiga bulan.

Kebanyakan mahasiswa/i lebih memilih untuk bekerja magang selama tiga bulan karena dengan demikian mereka mendapatkan alokasi waktu untuk dapat melakukan pengerjaan laporan kerja magang. Menurut pengakuan para mahasiswa/i yang kami wawancarai, ketika mereka mencapai masa kerja tiga bulan, mereka telah mendapatkan gambaran bagaimana alur pekerjaan mereka. Pada titik ini, para mahasiswa/i telah berhasil membiasakan diri dengan tuntutan pekerjaan baik itu dari rekan kerja dalam satu tim, maupun lingkungan pekerjaan mereka secara keseluruhan.

63.2% responden memilih kerja magang di perusahaan, sementara 36.8% responden memilih kerja magang di agensi komunikasi.

Mahasiswa yang menjalani kerja magang di korporasi beralasan memilih hal tersebut karena jarak dengan rumah yang dekat atau karena perusahaan tersebut bergerak di bidang yang mereka minati. Beberapa mahasiswa menemukan minat akan sebuah industri di awal masa perkuliahan, sementara sebagian lainnya mengemukakan bahwa minat mereka didasarkan oleh reputasi perusahaan tersebut. Sedangkan, para mahasiswa/i yang memilih kerja magang di agensi komunikasi mengemukakan keinginan mereka untuk mengetahui kondisi lebih dalam lagi setiap industri sebelum pada akhirnya mereka menentukan minat. Salah satu fakta menarik dari wawancara yang kami lakukan adalah bahwa sejumlah mahasiswa ingin melalui pengalaman hubungan seperti ‘agensi-klien’ agar ketika mereka terjun menjadi praktisi Public Relations lebih tahan tekanan dan bangga apabila dapat bekerja di salah satu agensi yang masuk dalam peringkat 10 besar tingkat global.

Media Relations merupakan kegiatan yang paling umum dilakukan ketika kerja magang.

Media relations menempati peringkat pertama sebagai pengalaman kerja yang paling banyak ingin dilakukan mahasiswa/i Public Relations ketika bekerja magang. Tempat kedua dan ketiga yakni pengalaman kerja di bagian media monitoring dan event management. Aktivitas mereka sehari-hari didominasi oleh konfirmasi media serta memantau pemberitaan di media-media. Pekerjaan ini dapat mempertajam kemampuan membaca dan menulis para mahasiswa/i. Event management membantu para mahasiswa/i memahami hubungan bekerjasama bersama media dan mengajarkan mereka mengenai bagaimana menghadapi klien serta jurnalis yang berpartisipasi.

91% responden mengakui bahwa materi pelajaran mereka di universitas terpakai selama kerja magang.

Kabar baik bagi para universitas! Hampir seluruh responden mengakui bawa pelajaran yang mereka terima memiliki dampak langsung selama kerja magang. Kebanyakan jawaban dari responden menyatakan bahwa kerja magang adalah waktu dimana semua teori yang telah dipelajari dilakukan secara langsung.

78% responden bersedia untuk bekerja di industri Public Relations setelah lulus.

Hasil inilah yang menjadi sangat penting. Kabar baiknya, hampir seluruh responden mengakui bahwa industri Public Relations adalah industri yang luas dan dinamis serta memberikan banyak pengetahuan bagi para penggiatnya. Di sisi yang lain, 22% responden mengaku kaget bahwa pekerjaan di bidang Public Relations melibatkan banyak pekerjaan menulis, sebuah realita yang menyebabkan mereka berpikir ulang untuk bekerja sebagai praktisi Public Relations.

Hasil temuan-temuan diatas merupakan pertanda baik bagi perkembangan industri Public Relations di Indonesia. Jika setiap pengalaman kerja magang dapat menghasilkan kesan yang baik bagi para mahasiswa/i, rasanya tidak terlalu ambisius untuk bersiap-siap menyambut generasi emas praktisi Public Relations di Indonesia.

Kantor kami di Jakarta selalu terbuka untuk kesempatan kerja magang. Hubungi kami melalui e-mail untuk informasi lebih lanjut.

Billy Chailani adalah associate – digital, Weber Shandwick Indonesia